KESEHATAN MENTAL PENTING !!
JAGA KESEHATAN MENTAL !!
Banyak orang beranggapan
bahwa orang yang sehat memiliki tubuh yang sehat, hal itu tidak sepenuhnya
benar. Ada juga orang yang memiliki tubuh yang sehat namun ada aspek lain yang
menyebabkan dia digolongkan sebagain orang yang sedang sakit, yaitu kesehatan
mental. Gangguan kesehatan mental menyebabkan suasana hati penderita mudah
berubah dan tidak terkendalinya pikiran dan emosi yang akhirnya mengarahkan
penderita untuk berbuat sesuatu yang buruk. Ada berbagai macam gannguan kesehatan
mental contohnya adalah seperti stress, depresi, gangguan kecemasan, ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder),
bipolar, dan masih banyak lagi. Kesehatan mental sangat penting adanya untuk
kita perhatikan, mengingat siapapun berpotensi untuk terkena gangguan kesehatan
mental.
Bahkan dari hasil survei yang bertujuan untuk mengetahui angka dan
penyebab kematian secara nasional (Sistem Registrasi Sampel/SRS) diperoleh data
bahwa pada tahun 2016 telah terjadi 1.800 kematian akibat bunuh diri. Hal ini
berarti bahwa setiap harinya hampir terjadi 5 kematian akibat bunuh diri.
Secara global WHO telah menyebutkan bahwa lebih dari 800.000 orang meninggal
setiap tahunnya atau sekitar 1 orang setiap 40 detik melakukan bunuh diri.
Dengan tingginya kasus kematian tersebut, gangguan kesehatan mental
tidak bisa dianggap sepele, kita harus mensupport orang yang kesehatan
mentalnya sedang terganggu, namun masih banyak masyarakat Indonesia yang
bersikap acuh tak acuh terhadap penderita gangguan kesehatan mental. Seperti
contohnya anak (maaf) anak penderita autis yang ditinggalkan kedua orang tuanya
yang berpikiran bahwa anak tersebut adalah aib bagi mereka, bahkan ada yang
beralasan anak autis adalah sebuah tanda buruk yang datang kepada mereka. Ada
juga orang yang terkena gangguan kesehatan mental entah di PHK atau hal lainnya
menjadi lebih liar karena tidak bisa mengontrol emosinya malah diperlakukan
tidak baik oleh keluarganya, banyak dijumpai orang yang seperti itu malah
dipasung oleh keluarganya karena takut mengganggu letertiban umum, namun hal
seperti itu malah menjadikan si penderita semakin terganggu kesehatan
mentalnya, bukannya dibawa ke rumah sakit jiwa namun malah dipasung di rumah
karena beralasan tidak punya biaya.
Zaman sekarang seharusnya masyarakat lebih bisa aware dengan masalah gangguan kesehatan mental, mengingat semakin
banyaknya tekanan hidup, seperti bekerja, belajar, ataupun ujian. Hal ini
sangat berbeda dengan beberapa dekade lalu yang masalah hidupnya tidak serumit
sekarang. Hal – hal tersebut sangat membahayakan anak – anak zaman sekarang
yang menyebabkan
stabilitas mentalnya mudah terganggu,
Banyak sekali penyebab gangguan kesehatan mental, baik dari faktor
internal maupun faktor eksternal. Penyebab internal adalah seperti cacat otak
sejak lahir. Contoh penyebab gangguan kesehatan mental faktor eksternal adalah
lingkungan keluarga yang tidak harmonis, lingkungan pertemanan yang orang
sekarang menyebutnya toxic. Sering
kali gejala gangguan kesehatan mental tidak disadari oleh sang penderita maupun
lingkungan di sekitarnya, gejala ganggaun kesehatan mental tak cukup hanya
diamati dari luarnya saja. Jika tak segera mendapatkan penanganan maka akan
berakibat fatal pada psikologis seseorang.
Salah satu langkah tepat bagi seseorang yang sudah tahu mempunyai
gangguan kesehatan mental adalah pergi ke psikolog. Dengan pergi ke psikolog,
nantinya mereka akan bisa mendapatkan diagnose kesehatan mental mereka dan apa
yang bisa dilakukan untuk membuat kondisi mereka semakin membaik. Selain itu
kita juga bisa membantu teman atau orang lain yang sedang terganggu mentalnya,
dengan cara cukup bicara kalau ada masalah dan mendengarkannya. Dengan cara
tersebut, orang tersebut akan merasa lega dan akan mengurangi beban yang sedang
dipikirkannya.
Nah, itulah pentingnya menjaga kesehatan mental. Mengingat sudah banyak
korban berjatuhan, mari kita jaga bersama kesehatan mental kita, dan juga
jangan lupa saling membantu jika ada orang yang ingin menceritakan masalah
kehidupannya, minimal jadilah pendengarnya, mungkin saja dia merasa lega
setelah menceritakan masalahnya kepada kita.
Komentar
Posting Komentar